Hari terakhir sekolah sebelum libur Lebaran selalu punya suasana yang berbeda. Rasanya lebih santai, lebih ringan, dan yang paling terasa… semua orang sudah setengah libur.
Pagi itu udara masih dingin. Matahari baru muncul sedikit, sementara jalan tanah menuju sekolah masih basah karena semalam hujan. Di tempat kami, jalan menuju sekolah memang bukan aspal mulus seperti di kota. Jalannya masih tanah merah yang kalau kering sih enak dilewati, tapi kalau habis hujan langsung berubah jadi becek dan licin.
Bus sekolah kami berjalan pelan melewati jalan itu. Di dalam bus suasananya ramai seperti biasa. Hari itu di sekolah ada kegiatan habit dan juga beberapa lomba, jadi banyak teman yang memanfaatkan waktu di perjalanan buat latihan.
Ada yang latihan hafalan.
Ada yang latihan nyanyi.
Ada juga yang latihan berekspresi untuk berani didepan.
Bus terasa seperti ruang latihan berjalan. Di tengah suasana yang ramai itu, tiba-tiba bus berhenti. Driver mencoba menjalankan bus lagi. Mesin menyala, ban berputar… tapi busnya tidak bergerak. Tanah yang basah membuat ban muter di tempat tanpa bisa maju.
Yup.
Bus kami keplater.
Di dalam bus langsung heboh.
“Waduh keplater!”
“Yah telat dong!”
Beberapa anak langsung pasang wajah sedih seolah-olah benar-benar panik. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, banyak yang sebenarnya menahan senyum.
Karena dalam hati mereka berpikir,
“Lumayan… jadi berangkatnya agak telat.”
Sementara driver dan beberapa orang mencoba melihat kondisi ban yang terjebak di tanah becek, anak-anak di dalam bus tetap sibuk dengan kegiatannya.
Ada yang lanjut latihan lomba.Ada yang ngobrol.
Ada juga yang ketawa sambil bilang, lumayan ini mah tambahan waktu buat gw latihan wkwkwk
Di jalan yang sama terlihat beberapa motor dan mobil lain lewat dengan hati-hati. Ada yang hampir ikut keplater juga karena jalannya memang cukup licin. Suasana pagi itu jadi terasa unik. Di tengah jalan yang becek, ada satu bus penuh anak sekolah yang tetap ramai dengan cerita dan tawa.
Beberapa menit kemudian, dari belakang datang dua mobil besar milik perkebunan yang biasanya dipakai untuk membantu kendaraan di jalan tanah. Mobil itu berhenti dekat bus kami. Beberapa orang turun, melihat kondisi ban yang sudah terjebak lumpur. Setelah berbicara sebentar dengan driver bus, mereka langsung membantu.
0 Komentar